News

Bawean akan Kehilangan Dokter Spesialias, Kalau Sakit Harus Nyebrang Lautan

Anggota DPRD Gresik, Lutfi Dhawam saat mengantarkan pasien asal Bawean melakukan persalinan di RSUD Ibnu Sina Gresik (Foto: Istimewa) 
Anggota DPRD Gresik, Lutfi Dhawam saat mengantarkan pasien asal Bawean melakukan persalinan di RSUD Ibnu Sina Gresik (Foto: Istimewa)

GRESIK — Masyarakat Bawean akan kehilangan tiga dokter spesialis yang selama ini bertugas di RSUD Umar Masud Bawean. Pasalnya, masa kontrak tiga dokter spesialis itu akan habis per 31 Januari mendatang. Ketiganya adalah dokter spesialis kandungan, spesialis bedah dan spesialis anak.

Karena itu, jika ada warga Bawean yang sakit dan butuh perawatan khusus, nantinya harus menyebrang lautan untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Gresik.

Perginya beberapa dokter spesialis itu pun membuat Anggota DPRD Gresik Dapil Bawean, Lutfi Dhawam merasa prihatin. Karena, menurut dia, warga Bawean yang membutuhkan penanganan medis untuk operasi bedah dan persalinan harus dirujuk ke Jawa.

Setelah akan dirujuk, menurut dia, warga Bawean juga masih harus menunggu informasi kapal yang akan beroperasi. Karena, hingga Februari mendatang cuaca diperkirakan masih buruk.

“Kasihan kalau masyarakat Bawean begini terus, harus dirujuk ke Jawa, belum nanti akomodasi dan beban transportasi bagi warga yang kurang mampu,” ujar Dhawam, Jumat (28/1).

Dengan berakhirnya tugas dokter spesialis kandungan di Bawean, Dhawam pun sempat membantu warga Bawean, Yuli untuk melakukan perawatan dan persalinan anak ketiganya di RSUD Ibnu Sina Gresik padq Kamis (27/1) kemarin.

“Ini harus segera ada tindakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik, apalagi tidak sedikit warga selalu harus ke daratan Gresik untuk bersalin,” ucap Ketua Fraksi Gerindra itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, dr Mukhibatul Khusnah membenarkan tentang masa kontrak dokter spesialis di RSUD Umar Masud Bawean yang akan habis pada akhir bulan inu.

“Per 31 Januari 2022 ini habis masa kontraknya dokter spesialis kandungan dan bedah, dan anak,” kata dia.

Khusnah menjelaskan, ketiga dokter spesialis yang kontraknya habis itu berasal dari Kementerian Kesehatan Pusat. Menurut dia, pihaknya sudah menerima informasi bahwa pergantian dua dokter itu masih awal Maret 2020. Namun, mantan Kepala Puskesmas Sukomulyo itu akan melakukan upaya pengajuan dokter spesialis dari Provinsi Jawa Timur.

“Kita usahakan awal bulan Februari ini akan ada pengganti dua dokter spesialis di Pulau Bawean,” jelas dia.

Sebagai informasi, ada lima dokter sepsialis di RSUD Umar Masud Bawean, spesialis bedah, kandungan, anak, penyakit dalam, dan anestesi. Ketiga dokter spesialis yang akan berakhir masa kontraknya pada Januari 2022 adalah dokter spesialis anak, kandungan, dan bedah. Sementara, kedua dokter spesialis lainnya masa kontraknya masih akan berakhir pada Juli dan September 2022.

Pewarta: M. Faiz