Agama

Harlah ke-96 NU, Nahdliyin Gresik Patungan Beli Tanah 1,2 Miliar

Pengurus MWCNU Ujungpangkah menggelar tasyakuran pada Senin (31/1). (Foto: Aif)
Pengurus MWCNU Ujungpangkah menggelar tasyakuran pada Senin (31/1). (Foto: Aif)

GRESIK — Dalam momentum Hari Lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama (NU), warga nahdliyin di Gresik patungan membeli tanah senilai Rp 1,2 Miliar. Warga NU yang membeli tanah ini tergabung dalam kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Semangat para kiai terdahulu dalam berkhidmah di NU telah mengispirasi para Pengurus MWCNU Ujungpangkah untuk berjuang mengembangkan organisasi. Karena itu, mereka membeli tanah itu untuk dijadikan kantor MWCNU Ujungpangkah.

Tanah di Desa Banyuurip tersebut merupakan milik warga, Saiful. Lokasi tanah seluas 2.000 meter persegi ini terbilang strategis. Karena, tanah ini terletak di samping jalan raya, yang berdekatan dengan Polsek Ujungpangkah.

Ketua MWCNU Ujungpangkah Nafisul Atho’ mengatakan, uang pembelian tanah ini berasal dari iuran sukarela para Pengurus MWCNU Ujungpangkah, para dermawan dan donatur.

“Kami nanti juga bakal membuat kupon donasi sukarela, agar pembelian tanah segera lunas dan pembangunan kantor dapat segera terlaksana,” ujar Gus Atho’ saat syukuran pembelian tanah, Senin (31/1).

Gus Atho’ menjelaskan, sebenarnya MWCNU Ujungpangkah sudah memiliki kantor. Hanya saja, tempat itu juga digunakan sebagai Klinik Mabarot. “Jadi kami akan memaksimalkan Klinik Mabarot dan mengubah dari klinik pratama rawat jalan menjadi klinik utama rawat inap,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Rais Syuriah KH Mahrus Munir mengajak warga Nahdliyin untuk selalu menjadikan momentum Harlah NU ke-96 sebagai motivasi. "Hari ini kita menandai pembelian tanah untuk aset NU. Semoga dalam waktu dekat pembangunan Kantor MWCNU Ujungpangkah segera terwujud," kata Kiai Mahrus.

Pewarta: Aif