
GRESIK — Desa Wedani yang berada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur telah ditetapkan sebagai Desa Devisa. Karena, di desa ini banyak warga yang memproduksi kain tenun dan mempunyai hasil yang berkualitas. Bahkan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepincut dengan hasil tenun warga Desa Wedani.
Kepala Desa Wedani, Hadi Sanjaya mengatakan, Khofifah telah memesan tenun secara khusus untuk dijadikan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Provinsi Jawa timur. “Alhamdulillah tadi Bu Khofifah pesan tenun untuk baju dinas Aparatur Sipil Negara se Provinsi Jawa Timur,” ujar dia, Jumat (4/2).
Menurut dia, pemesanan untuk pegawai ASN Pemprov Jatim itu tentu akan ada motif khusus yang direncanakan. “Kita tunggu saja, karena masih proses pemesanan yang akan dijadikan seragam Dinas. Dan tadi disuruh untuk tenun panjang,” ucap dia.
Hadi menjelaskan, saat ini pemesanan tenun di desanya semakin meningkat. Kendati demikian, pihaknya bersama 61 pengusaha tenun bisa memenuhi berbagai pesanan tersebut.
“Satu pengrajin biasanya menghasilkan satu tenun. 61 pengusaha dikali 20 pekerja menghasilkan sekitar 1.200 tenun. Begitupun dengan ekspor ke timur tengah berjalan lancar. Dengan dibantu Bea Cukai, Diskoperindag, Gading Mas,” jelas dia.
Hal ini disampaikan Hadi setelah Khofifah Indar Parawansa mengunjungi kampung Desa Devisa pengrajin tenun di Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jumat (4/2). Khofifah mengapresiasi hasil karya tangan pengrajin tenun di Desa Wedani.
Khofifah mengaku sudah banyak melihat hasil tenun di beberapa daerah. Namun, menurut dia, di Desa Wedani ini ada sinergitas antar elemen pemerintahan dan juga bea cukai. “Di sini ada Inovasi keratifitas jejaring, desainer, bahan baku, market price akses. Semuanya harus menyatu. Dan kebersatuan tim seluruh di Gresik dan dikuatkan di Desa Wedani,” ujar Khofifah.
Mantan Menteri Sosial RI ini menambahkan, hasil tenun ini tentu menjadi Inspirasi bagi daerah penghasil tenun lainnya. “Kalau di Desa Wedani ini sudah generasi ke empat dengan komunal branding WGN,” kata Khofifah.
Pewarta: M. Faiz
