Agama

Pesan untuk Bangsa Arab

Ilustrasi potret Said Nursi. (Foto: timeshofumma.com)
Ilustrasi potret Said Nursi. (Foto: timeshofumma.com)

BOYANESIA — Badiuzzaman Said Nursi adalah seorang cendikiawan muslim dan mutakallim yang dikenal sebagai tokoh pembaharu Islam yang berpikiran modern dan moderat. Badiuzzaman sendiri berarti Keajaiban Zaman. Gelar itu ditabalkan sejarah kepada Said Nursi sebagai ulama terkemuka dari Turki. Ia lahir pada 1878 dan wafat pada 23 Maret 1960 di Turki.

Said Nursi pernah menyampaikan khutbah di Masjid Jami Umawi di Damaskus 40 tahun yang lalu. Jumlah mereka yang mendengarkan khutbahnya saat itu mendekati angka 10 ribu orang, dan tidak kurang dari 100 tokoh ulama Damaskus termasuk di dalamnya.

Berikut salah satu petikan khutbahnya yang ditulis dalam buku berjudul “Khutbah Syamiyah: Manifesto Kebangkitan Umat Islam" terbitan Risalah Nur Press.

Wahai saudara-saudaraku di masjid Jami ini dan di masjid agung dunia Islam setelah 40 atau 50 tahun kemudian! Janganlah kalian mengira bahwa aku menaiki mimbar ini untuk memberi nasihat kepada kalian. Aku di sini hanya untuk menyuarakan dan menuntut hak kami dari kalian.

Pasalnya, kebaikan bangsa kecil seperti suku Kurdi dan kebahagiaan dunia akhiratnya bergantung pada bangsa besar seperti kalian, bangsa yang berkuasa dan dapat memberi arahan seperti bangsa Arab dan Turki. Karenanya, sikap malas dan ketidakpedulian kalian sangat membahayakan kami, saudara-saudara kalian yang minoritas seperti kami.

Wahai bangsa Arab yang agung, bangsa yang mulai sadar dan akan mengalami kebangkitan yang besar pada masa mendatang. Perkataanku ini secara khusus kutujukan kepada kalian, karena kalian adalah guru serta pemimpin bagi kami dan semua bangsa Islam sekaligus Kalian adalah pejuang Islam.

Kemudian bangsa Turki yang besar membantu dalam menjalankan tugas suci kalian. Oleh karena itu, dosa kalian sangat besar dengan sikap tidak peduli ini. Sementara jika berbuat kebaikan, pahalanya juga sangat besar. Harapan kami terhadap rahmat Allah sangat besar, terutama setelah 40 atau 50 tahun yang akan datang agar bangsa-bangsa Arab bersatu sebagaimana halnya rakyat Amerika Serikat.

Jika seluruh bangsa Arab bersatu, mereka akan menempati kedudukan yang paling tinggi dan berhak mendirikan kekuasaan Islam—yang sekarang menjadi tawanan—di separuh bumi atau sebagian besar bumi, dan insya Allah akan disaksikan oleh generasi mendatang selama kiamat tidak segera terjadi.