
GRESIK — Hujan deras yang melanda wilayah Gresik menyebabkan Sungai Kali Lamong meluap pada Kamis (10/2/2022) lalu. Hingga Ahad (13/2/2022), setidaknya ada ada empat kecamatan yang terdampak Kali Lamong di wilayah Gresik Selatan, yaitu Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Kedamean.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresi, dari total empat kecamatan terdampak banjir, ada 4.283 rumah yang tergenang di 26 desa. Tidak hanya itu, 1.140 hektar lahan persawahan dan 105 lahan tambak juga ikut tergenang.
“Selain itu ada ada 13 tempat ibadah, delapan fasilitas pendidikan, empat kantor, tiga fasilitas kesehatan, dan 250 tempat usaha pasar di Desa Bulurejo Kecamatan Benjeng,” ujar Kepala BPBD Pemkab Gresik, Tarso Sagito, Ahad (13/2/2022).
Sedangkan jalan yang terdampak banjir meliputi jalan desa dan jalan poros desa (JPD). Jalan desa yang tergenang tercatat ada 41.177 meter dan JPD sekitar 13.530 meter.
Tarso mengatakan, banjir yang menimpa empat kecamatan tersebut akibat dari peningkatan tinggi muka air (TMA) Kali Lamong di wilayah Lamongan dan Mojokerto. Hingga akhirnya, air meluber ke Kecamatan Balongpanggang, lalu Benjeng, Kedamean dan Cerme.
Menurut Tarso, pada Ahad (13/3/2022) pagi sekitar pukul 07.00 WIB tanggul anak Kali Lamong di perbatasan Desa Tambakberas dengan Desa Kedanyang juga jebol. Akibatnya, air meluber dan menggenangi 50 hektar tambak.
“Sampai saat ini, banjir masih menggenangi wilayah kecamatan Cerme yaitu di Desa Guranganyar, Desa Morowudi, Desa Pandu dan Desa Tambakberas,” ucap Tarso.
Pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan upaya kaji cepat dan monitoring perkembangan banjir di desa yang terdampak. “Kami menyiagakan personel untuk membantu warga serta terus berkoordinasi dengan Muspika dan Pemerintah Desa Terdampak,” kata Tarso.
Disamping itu, pihak BPBD juga sudah siaga perahu evakuasi di Desa yang terdampak banjir. “Untuk pendirian dapur umum oleh Tagana Dinas Sosial, dan saat ini status kali Lamong wilayah Boboh Menganti siaga merah,” jelas dia.
Sementara itu, anggota Tagana Gresik, Abdul Mukid mengatakan, untuk saat ini kondisi dapur umum akan dilakukan pergeseran ke Cerme. Karena, menurut dia, air sudah bergeser mengalir ke Kecamatan Cerme.
“Dapur umum rencana akan dipindah ke Cerme dari Desa Munggugianti Kecamatan Benjeng, karena di Benjeng sudah mulai surut. Namun belum ada perintah,” kata Mukid.
Pewarta: M Faiz
Editor: Muhyiddin Yamin
