News

Mau Nikah di Hari Valentine, Pria Ini Malah Pesta Narkoba

Pria di Gresik ditangkap setelah berpesta narkoba jenis sabu. (Foto: M Faiz)
Pria di Gresik ditangkap setelah berpesta narkoba jenis sabu. (Foto: M Faiz)

GRESIK – Hari Valentine seharusnya menjadi hari yang membahagiakan bagi seorang pria di Gresik, AB. Karena, pada hari kasih sayang ini lah dia akan melangsungkan pernikahannya. Namun, menjelang pernikahannya, AB malah berpesta narkoba jenis sabu bersama teman-temannya.

Dia pun akhirnya diringkus oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik saat melakukan pesta sabu bersama ketiga temannya di gudang proyek cat di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Ngipik, Gresik pada, Rabu (9/2/2022) lalu.

Atas perbuatannya, kini AB harus meringkus di balik jerusi besi. Kendati demikian, AB masih diperkenankan untuk melaksanakan akad nikah di sel tahanan BNN Gresik. Kepala BNN Gresik, AKBP Supriyanto mengatakan, akad nikah AB bersama pasangannya akan dilangsungkan pada Senin (14/2/2022) malam.

AB akan menikah dengan mantan istrinya setelah bercerai beberapa waktu lalu. “Insya Allah nanti malam akan dilakukan akad nikah pelaku inisial AB alias Bolet asal Jalan Usman Sadar Gresik,” ujar Supriyanto kepada wartawan di Gresik, Senin (14/2/2022).

Sebelumnya diberitakan, empat pria Gresik melakukan pesta narkoba jenis sabu di Gudang Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Ngipik, Kabupaten Gresik pada (9/2/22) lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Pesta barang haram itu pun tercium oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik, yang kemudian langsung meringkus para pelaku.

Ke empat pria itu berinisial AB alias Bolet asal Usman Sadar Gresik, AM alias Brewok asal Jalan MH Tamrin Gresik, IW alias Bejo asal Jalan H.O.S. Cokroaminoto, dan MH alias Priyok asal Desa Kedanyang, Gresik. Para pelaku ini merupakan pengedar dan pemakai sabu.

Empat pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (2) JO Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) JO Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat lima tahun tahun penjara, dan paling lama penjara 20 tahun atau seumur hidup.

Pewarta: M Faiz

Editor: Muhyiddin Yamin