
BOYANESIA — Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inboud Indonesia (Asphurindo), KH Hafidz Taftazani melantik dan mengukuhkan pengurus Asphurindo periode 2023-2027 di Jakarta, Sabtu (1/4/2023). Pelantikan ini mengangkat tema “Asphurindo Tangguh, Asphurindo Maju: Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat.”
Sebelum melantik, Kiai Hafidz menceritakan pengalamannya saat memimpin Asphurindo. Dia pun berpesan kepada para pengurus baru Asphudindo untuk menjunjung tinggi AD/ART, menjaga nama baik organisasi, dan berlomba-lomba dalam kebaikan atau Fastabiqul Khairat.
“Siapkah Fastabiqul Khairat dengan asosiasi-asosiasi yang lain?,” ujar Kiai Hafidz sebelum melantik, yang kemudian dijawab siap oleh para pengurus Asphurindo.
Kiai Hafidz menjelaskan, Fastaqul Khairat sendiri maknanya sangat luas. Dalam konteks layanan haji dan umrah, menurut dia, para pengurus Asphurindo harus terus melakukan pembinaan dan melakukan sosialisasi kebijakan pemerintah, sehingga tidak ada lagi kasus jamaah Indonesia yang terlantar.
“Kita harus siap bersama dengan asosiasi-asosiasi lain maupun Kemenag, gak boleh berhenti untuk melaksanakan ini. Karena jika ada pelanggaran pasti kita yang kenak,” ucap Direktur Utama Al Haramain Jaya Wisata Tour and Travel ini.
“Kita harus berfastabiqul khairat untuk melaksanakan tugas-tugas yang mulia, di mana kita akan membimbing para jamaah untuk bisa mendapatkan suatu perjalanan yang baik dan mempunyai nilai ibadah yang sangat tinggi,” kata Kiai Hafidz.

Sementara itu, Ketua Umum Asphurindo, H Luqman Hakim Nyak Neh menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan suatu momentum bersejarah. Karena, pelantikan terlaksana di bulan suci Ramadhan.
“Ini sebuah hal yang sangat bersejarah buat kita dan sangat bermakna. Mudah-mudahan amanah yang diberikan kepada kita di bulan suci Ramadhan ini, betul-betul bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Luqman.
Menurut dia, tugas Asphurindo sebenarnya tidak lah mudah. Karena, selain mengelola organisasi, juga mempunyai tanggung jawan moral terhadap jamaah. Menurut dia, semua jamaah umrah maupun haji yang berangkat melalui anggota Asphurindo harus terurus secara baik.
“Tidak boleh ada yang bermasalah, tidak boleh ada yang terlantar. Maka, kita harus bersama-sama bahu-membahu bagaimana membut perjalanan jamaah Indonesia ini merasa nyaman, penuh tanggung, dan semua hak-hak yang mereka bayar semuanya harus terpenuhi,” kata dia.
Setelah acara pelantikan ini, para pengurus Asphurindo juga akan mambahas tentang pembentukan Koperasi Harum. Sekjen Asphurindo, Muhammad Iqbal Muhajir menjelaskan, Koperasi Harum ini ke depannya akan memudahkan travel umrah untuk mendapatkan hotel, tikel, layanan visa, maupun layanan bus.
“Jadi kita akan membuat namanya konsorsium. Sehingga dengan memborong pesawat, memborong hotel, memborong bus, akan dapat harga murah untuk anggota Asphurindo,” jelas Iqbal.
Dia menambahkan, anggota Asphurindo sendiri saat ini berjumlah 140 travel umrah dan haji dari berbagai provinsi di Indonesia. Dia pun optimis ke depannya Asphurindo akan menjadi organisasi yang lebih berwibawa.
“Asphurindo harus menjadi asosiasi yang lebih berwibawa, asosiasi yang menanungi masyarakat, dan memajukan travel,”kata Iqbal.
