
BOYANESIA — Salam Boyanesians…Selamat Hari Raya Idul Adha 2023! Hari yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban ini adalah perayaan penting dalam agama Islam yang memperingati kisah Nabi Ibrahim yang siap untuk mengorbankan putranya, Ismail, sebagai tanda ketaatan kepada Allah. Perayaan ini memiliki tradisi dan praktik yang berbeda-beda di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia.
Sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945, perayaan Hari Raya Idul Adha sudah ada dan diperingati oleh umat Islam di wilayah yang sekarang menjadi Indonesia. Perayaan ini dijalankan oleh masyarakat Muslim dengan cara yang serupa dengan perayaan yang ada sekarang.
Pada saat itu, umat Islam Indonesia melaksanakan ibadah Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban, biasanya sapi, kambing, atau domba. Hewan kurban ini kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan. Praktik ini masih berlanjut hingga saat ini.
Selain itu, masyarakat Muslim juga melaksanakan shalat Idul Adha bersama di masjid atau lapangan terbuka. Sholat ini dipimpin oleh seorang imam dan diikuti oleh jamaah yang berkumpul untuk merayakan momen ini. Setelah shalat, biasanya dilanjutkan dengan ceramah agama yang mengingatkan umat Islam tentang pentingnya pengorbanan dan ketaatan kepada Allah.
Meskipun Indonesia belum merdeka pada saat itu, perayaan Hari Raya Idul Adha sudah menjadi bagian dari kehidupan agama dan budaya masyarakat Muslim di wilayah ini. Setelah kemerdekaan Indonesia, perayaan ini terus berlanjut dan masih dirayakan dengan semangat hingga saat ini.
Suasana perayaan Idul Adha sebelum era kemerdekaan juga terekam dalam sebuah video yang diunggah akun instagram Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), @bimasislam pada Rabu (28/6/2023). Video itu berjudul "Idul Adha Jaman Bihari Taun 1930-an."
Dalam video itu, tampak masyarakat Indonesia zaman dulu berbondong-bindong pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Usai menunaikan sholat, mereka pun memakan daging kurban yang sudah diolah menjadi sate.
Dalam deskripsi unggahan tersebut, Bimas Islam Kemenag juga mengajak kita untuk merenung sejenak tentang perayaan yang telah menghiasi sejarah Indonesia di masa lalu. Karena, Idul Adha atau Hari Raya Kurban ini adalah momen yang penuh makna bagi umat Islam di tanah air.
Pada masa lalu, ketika teknologi belum secanggih sekarang, perayaan Idul Adha di Indonesia dipenuhi dengan khidmatnya semangat gotong-royong dan pengorbanan yang tulus. Desa-desa dihiasi dengan kegembiraan dan kebersamaan saat masyarakat bersiap-siap menyambut hari besar ini.
Suasana ramai mulai terasa sejak pagi hari. Orang-orang berpakaian rapi, memakai busana tradisional, dan berkumpul di masjid atau lapangan terdekat untuk melaksanakan salat Iduladha. Semangat kebersamaan terpancar dari senyuman dan sapaan hangat antara tetangga, saudara, dan teman.
Setelah sholat Idul Adha, suasana berubah menjadi penuh semangat dan kegembiraan. Masyarakat mengenakan pakaian terbaik mereka dan berkumpul di tempat-tempat penyembelihan hewan kurban. Domba dan kambing yang telah dipersiapkan dengan penuh kasih sayang dan kehalalan dipilih untuk disembelih sebagai bentuk pengorbanan yang dilakukan oleh umat Muslim.
Perayaan Idul Adha zaman dulu juga disertai dengan berbagai kegiatan budaya dan kesenian. Tari-tarian tradisional, musik, dan permainan rakyat menghiasi momen ini. Masyarakat mengisi waktu dengan berinteraksi, saling berbagi cerita, dan menikmati hidangan khas yang lezat.
Sejarah perayaan Idul Adha di Indonesia mengajarkan kita tentang nilai-nilai persaudaraan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Meskipun zaman telah berubah, semangat yang sama terus melekat dalam diri kita sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya.
