
BEKASI — Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melakukan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) untuk menumbuhkan minat baca di Taman Pendidikan Alquran (TPA) Ar-Royyan di desa Tambun, Kabupaten Bekasi. Di TPA Ar-Royyan ini, dosen Ubhara meresmikan Pojok Baca pada Kamis (29/8/2024).
Gerakan ini diinisiasi Fata Nidaul Khasanah selaku ketua pelaksana dan dosen Fakultas Ilmu Komputer Ubhara Jaya melalui pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi program pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2024.
Kegiatan ini melibatkan dosen lain sebagai anggota lintas program studi yakni, yakni Dhian Tyas Untari dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fina Zahra dari Fakultas Ilmu Komunikasi. Dosen Ubhara juga melibatkan peran aktif beberapa mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Bianca Salikha Ramadhani dan Siti Nur Khofifah.
“Kegiatan ini disambut dengan suka cita baik oleh guru maupun para siswa TPA Ar-Royyan,” ujar ketua Fata Nidaul Khasanah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/8/2024).
Tim pengabdian Ubhara Jaya bekerja sama dengan kelompok masyarakat yakni guru dan murid TPA Ar-Royan untuk mengimplementasikan GLM melalui implementasi Pojok Baca. Sudut ruang baca ini bisa menjadi poros pendidikan nonformal khususnya kalangan anak usia dini, dengan kegiatan membaca menjadi pondasi awal dari berbagai kegiatan literasi lainnya.
Pojok Baca ink diharapkan dapat dirasakan manfaatnya bagi guru dan murid TPA. Meskipun adanya keterbatasan ruangan yang digunakan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menumbuhkan budaya literasi dengan mengoptimalkan sudut ruangan menjadi sudut ruang baca.
“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yakni mengoptimalkan ruang kegiatan belajar menjadi sudut ruang baca, pengadaan koleksi buku bacaan dan membuat variasi program kegiatan pembelajaran sebagai upaya untuk menciptakan budaya literasi yang berkelanjutan,” jelas dia.
Sebagai informasi, Gerakan Literasi Masyarakat merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menguatkan kepekaan belajar sepanjang hayat dengan memanfaatkan semua kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat. Program-program literasi di masyarakat bertujuan untuk membangun pengetahuan dan belajar bersama di masyarakat terus berdenyut dan berkelanjutan sesuai dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan budaya literasi masyarakat dapat dimulai dengan menanamkan minat membaca anak sejak dini. Membaca menjadi salah satu cara yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menambah pengetahuan maupun wawasan. Budaya baca dimulai dari kebiasaan membaca dan kebiasaan membaca ini tidak dapat terlaksana tanpa tersedianya bahan bacaan, kemampuan membaca dan pembinaan kebiasaan membaca.
Pojok baca merupakan pemanfaatan sudut ruang yang dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan buku sehingga masyarakat lebih tertarik membaca. Pembuatan pojok baca memiliki manfaat yang cukup luas yaitu diharapkan mampu merangsang atau menstimulasi masyarakat agar gemar membaca sehingga dapat mencetak generasi yang berkualitas dalam pendidikan.
“Dengan adanya pojok baca yang dibuat menarik dan nyaman akan membuat masyarakat senang dan lebih giat dalam membaca,” kata Fata Nidaul Khasanah.
Peresmian sudut ruang baca ini dihadiri oleh guru, siswa, orang tua wali TPA Ar Royyan dan Ketua DKM Ar Royyan. Koordinator guru TPA, Rianah menyampaiakan ucapan terima kasih atas bantuan fasilitas sarana prasarana dalam mendukung kegiatan literasi bagi siswa dan akan dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran TPA.
Sementara, Ketua DKM Ar-Royyan, Sri Pamudji berharap kegiatan ini memiliki keberlanjutan sehingga kegiatan di lingkungan Ar Royyan selalu aktif dengan hadirnya para siswa dengan memiliki minat literasi yang lebih baik.
