Budaya

Suku Bawean, Orang Perantau dari Pulau Putri di Laut Jawa

BOYANESIA — Indonesia dikenal sebagai negara yang banyak memiliki suku. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), at least ada 1.300 suku yang tinggal di negeri Gemah Ripah Loh Jinawi ini, diantaranya adalah suku Bawean.

Mungkin Suku Bawean tidak sepopuler Jawa, Sunda, atau Bugis. Tapi jangan salah, suku yang satu ini punya cerita unik dan menarik untuk disimak. Mereka berasal dari sebuah pulau kecil bernama Bawean, yang terletak di Laut Jawa, sekitar 150 kilometer dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pulau Bawean mendapat julukan “Pulau Putri”. Julukan ini disematkan karena penduduk yang menghuni pulai ini kebanyakan kaum Hawa. Sementara, kaum Adam-nya banyak yang merantau mencari nafkah.

Suku Bawean juga punya julukan khusus: suku perantau. Bagi mereka, seorang laki-laki dianggap belum benar-benar dewasa kalau belum pernah merantau. Tak heran kalau banyak orang Bawean yang hidup di luar pulau, bahkan sampai ke Malaysia, Singapura, Brunei, hingga Australia.

Di luar negeri, mereka sering dikenal dengan sebutan “Boyan”. Julukan ini masih melekat sampai sekarang, terutama di Malaysia dan Singapura.

Bahasa dan Budaya yang Khas

Bahasa Bawean terdengar mirip dengan bahasa Madura, tapi punya logat dan kosakata sendiri. Identitas ini tetap mereka bawa, baik di kampung halaman maupun saat merantau.

Dalam soal budaya, orang Bawean punya banyak tradisi menarik. Misalnya, Kesenian Terbang Jidor, musik rebana besar yang dimainkan dalam acara perayaan. Ada pula tradisi Molod, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang penuh doa dan jamuan makanan.

Tidak hanya itu, suku ini juga kerap menggelar pernikahan meriah, dengan prosesi adat dan iringan musik tradisional yang membuat suasana ramai dan hangat.

Mayoritas orang Bawean adalah Muslim. Tak heran kalau banyak tradisi mereka kental dengan nuansa Islami. Pulau Bawean sendiri dikenal memiliki cukup banyak pesantren yang menjadi pusat belajar agama.

Pulau Wisata

Pulau Bawean bukan cuma kaya budaya, tapi juga punya alam yang cantik. Ada Danau Kastoba yang sejuk di atas bukit, Pulau Noko dengan pasir putihnya, dan tentu saja Rusa Bawean, hewan langka yang hanya bisa ditemukan di sana.

Hal paling menarik dari Suku Bawean adalah jejak diaspora mereka. Di Malaysia atau Singapura, komunitas Bawean masih eksis dan tetap menjaga budaya serta ikatan sosial. Banyak di antara mereka yang sukses menjadi pedagang, ulama, bahkan tokoh masyarakat.

Meski berasal dari pulau kecil, Suku Bawean memberi warna besar bagi Indonesia dan kawasan sekitarnya. Tradisi merantau, budaya yang khas, serta ikatan kekeluargaan yang kuat membuat mereka tetap istimewa, di manapun berada.

Penulis: Iddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *