News Serba Serbi

Flexing Artis Nikita Willy Jadi Sorotan di Tengah Kesulitan Rakyat

BOYANESIA — Fenomena pamer kekayaan atau flexing kembali mencuri perhatian publik setelah artis Nikita Willy dan suaminya, Indra Priawan, kerap membagikan momen liburan mewah mereka di media sosial. Unggahan tersebut menuai beragam komentar, terlebih di tengah kondisi sebagian masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.

Tak sedikit warganet yang menyindir gaya hidup pasangan ini. Beberapa komentar bahkan mengaitkannya dengan persoalan hukum yang masih membelit Indra Priawan.

Sebagaimana diketahui, Indra masih berstatus terlapor di Bareskrim Polri terkait dugaan pencurian saham di perusahaan taksi Blue Bird. Proses hukum kasus ini masih berjalan hingga kini.

Menanggapi sorotan publik, pakar hukum pidana Universitas Tarumanegara, Hery Firmansyah, menekankan pentingnya kejelasan proses hukum.

“Jika status perkara telah naik sidik, maka penyidik berdasarkan undang-undang dapat memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Itu adalah bagian dari proses mencari kepastian hukum,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Hery menambahkan, setiap laporan hukum biasanya sudah dilengkapi dengan bukti permulaan. Tinggal bagaimana aparat penegak hukum menilai kecukupan bukti tersebut.

“Kalau kemudian terbukti adanya aliran dana hasil kejahatan dalam konteks TPPU sesuai UU Nomor 8 Tahun 2010, maka yang bersangkutan dapat dipanggil untuk dimintai keterangan di muka hukum,” ucapnya.

Di sisi lain, fenomena flexing juga menarik perhatian kalangan akademisi. Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Anis Farida, menilai pamer kekayaan kerap menjadi cara sebagian orang menunjukkan eksistensi diri. Namun, hal itu bisa berdampak negatif jika dilakukan di tengah ketimpangan sosial.

“Ketimpangan yang terlalu besar bisa memicu masalah sosial, seperti kemarahan hingga ketidakstabilan. Karena itu, pemerintah diharapkan semakin fokus membantu rakyat kecil agar kehidupan lebih adil dan seimbang,” kata Anis.

Anis juga menyinggung kasus Mario Dandy Satrio, putra mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo, yang sebelumnya kerap memamerkan harta mewah. Kasus tersebut berakhir dengan pengungkapan tindak pidana korupsi sang ayah dan menjadi pelajaran penting tentang keterkaitan flexing dengan sumber harta yang tidak jelas.

Fenomena flexing para pesohor, menurut para pakar, sebaiknya dipandang secara lebih bijak. Di satu sisi, masyarakat perlu kritis agar tidak terjebak glamorisme media sosial. Di sisi lain, aparat hukum tetap memegang peran sentral dalam menelusuri apabila ada dugaan tindak pidana di balik gaya hidup mewah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *