Budaya News Sejarah

Keunikan Suku Makassar: Antara Keberanian, Budaya, dan Lautan

BOYANESIA — Suku Makassar merupakan salah satu suku besar di Sulawesi Selatan yang terkenal dengan karakter tangguh, budaya luhur, serta tradisi bahari yang melekat erat dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya dikenal di Indonesia, nama Makassar bahkan tersohor hingga mancanegara sejak abad ke-16 karena peran mereka sebagai pelaut ulung dan pedagang rempah.

Keunikan suku Makassar tidak hanya terletak pada sejarah panjangnya, tetapi juga pada cara mereka mempertahankan identitas di tengah modernitas.

Dengan falsafah hidup yang kuat, keberanian sebagai pelaut, serta kekayaan budaya yang beragam, suku Makassar menjadi salah satu pilar penting dalam mosaik kebudayaan Nusantara.

Falsafah Suku Makassar

Orang Makassar hidup dengan falsafah “siri’ na pacce”. Siri’ berarti harga diri dan martabat, sedangkan pacce bermakna empati atau solidaritas. Filosofi ini menjadi pegangan moral utama, yang mengajarkan bahwa menjaga kehormatan diri dan membantu sesama adalah kewajiban hidup. Nilai ini masih kuat tercermin dalam perilaku masyarakat Makassar hingga kini.

“Falsafah itu artinya, kita harusempertahankan Haga diri. Orang Makassar tidak mau lari dari kenyataan. Semua masalah harus dihadapi,” ujar salah satu suku Makassar asal Maros, Baharuddin saat berbincang dengan Boyanesia di Makassar, Rabu (1/10/2025).

Sejak dahulu, orang Makassar juga terkenal sebagai pelaut tangguh. Mereka berlayar jauh hingga ke Maluku, Kalimantan, bahkan Australia Utara dengan perahu pinisi yang ikonik. Kapal pinisi—yang kini diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia—menjadi simbol kehebatan suku Makassar dalam menguasai lautan dan membangun jaringan perdagangan.

Bahasa dan Budaya Makassar

Selain bahasa Makassar yang masih digunakan sehari-hari, suku ini memiliki aksara tradisional yang disebut Lontara. Aksara ini tidak hanya digunakan untuk menulis, tetapi juga menyimpan berbagai manuskrip kuno berisi hukum, silsilah, dan cerita rakyat. Keberadaan Lontara menunjukkan tingginya peradaban literasi suku Makassar sejak masa lampau.

Budaya Makassar kaya dengan seni pertunjukan. Salah satu yang terkenal adalah tari Pakarena, tarian lemah gemulai yang dimainkan oleh perempuan untuk menggambarkan kesetiaan dan kelembutan hati. Ada juga tradisi accera kalompoang (penyucian benda pusaka) yang hingga kini masih dijalankan sebagai bagian dari warisan budaya.

Dari dapur Makassar juga lahir berbagai hidangan yang menggugah selera. Coto Makassar dengan kuah rempahnya, Konro yang kaya rasa, hingga Pallubasa yang gurih, menjadi bukti kekayaan kuliner Makassar. Tak heran, kuliner ini kini dikenal dan disukai di berbagai daerah di Indonesia.

Suku Makassar memiliki struktur sosial yang menghargai peran bangsawan, pedagang, dan rakyat biasa. Gelar kebangsawanan seperti Karaeng masih dikenal, menandakan garis keturunan bangsawan yang dulunya berperan dalam pemerintahan kerajaan-kerajaan Makassar seperti Gowa dan Tallo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *