BOYANESIA — Makassar terkenal sebagai salah satu surga kuliner di Indonesia. Kota yang akrab dijuluki Kota Daeng ini bukan hanya menawarkan keindahan pantai dan budaya bahari, tetapi juga menyimpan deretan kuliner legendaris yang menggugah selera.
Jika Coto Makassar dan Konro sudah lebih dulu populer, ada satu kuliner lain yang setara legendaris namun sering kali dianggap “harta karun” rasa khas Makassar: Pallu Basa Serigala.
Warung makan ini bukan sekadar tempat makan biasa. Ia adalah ritual rasa, tempat orang-orang datang bukan hanya untuk mengisi perut, tetapi untuk mencicipi tradisi yang sudah bertahan hampir 40 tahun. Jika kamu berencana ke Makassar, percayalah—liburanmu belum sah kalau belum mampir ke sini.
Terletak di Jalan Serigala, Kecamatan Mamajang, Makassar, warung Pallu Basa ini hampir tidak pernah sepi. Dari pagi hingga larut malam, antrean pengunjung terus mengalir. Dari sopir pete-pete, mahasiswa, pekerja kantoran, sampai artis ibu kota, semua pernah duduk di bangku kayu sederhana di tempat ini.
Aroma rempah sudah terasa sejak beberapa meter sebelum pintu warung. Tidak heran kalau orang yang lewat sering tanpa sadar menoleh ke arah sumber aroma gurih yang menggoda.
“Kalau ke Makassar tapi tidak makan Pallu Basa Serigala, itu namanya belum ke Makassar,” ujar Syakir, wisatawan asal Jakarta.
Banyak wisatawan bertanya-tanya, apakah Pallu Basa Serigala menggunakan daging serigala? Tenang. Tidak ada unsur serigala dalam hidangan ini!
Nama “Serigala” berasal dari nama jalan tempat warung ini berdiri. Sedangkan nama Pallu Basa berarti makanan basah. Meski tempatnya sederhana, reputasinya justru menggurita. Bahkan beberapa tokoh nasional dan selebritas pernah mampir dan memuji cita rasanya.
Pallu Basa Serigala didirikan pada 1987 oleh pasangan suami istri Haji Al Qadri Haeruddin dan Hajjah Nurjannah Madi.
Al Qadri mewarisi rumah makan Pallubasa Serigala dari sang ayah, almarhum Haji Haeruddin. Warung ini diwariskan kepada Al Qadri yang kemudian menikahi Nurjannah.
Apa Itu Pallu Basa?
Bagi yang belum familiar, pallu basa adalah masakan tradisional khas Makassar berupa daging sapi atau kerbau yang dimasak dalam kuah rempah, lalu diberi taburan kelapa sangrai untuk menambah rasa gurih dan aroma smoky.
Sekilas mirip Coto Makassar, tetapi sebenarnya berbeda. Pallu basa biasanya disajikan dalam mangkuk kecil berisi potongan daging atau jeroan yang sangat empuk, lalu disiram dengan kuah kaldu yang mengepul panas.
Taburan bawang goreng, daun bawang, dan kelapa sangrai membuat aromanya semakin menggoda. Buat pecinta sensasi kaya rasa, bisa juga menambahkan kuning telur ayam kampung yang diaduk langsung dalam kuah panas.

Rahasia Rasa Pallu Basa Serigala
Kenapa warung makan ini bisa begitu melegenda?
Karena setiap elemen rasanya dibuat dengan kesungguhan. Tidak ada bumbu instan. Tidak ada racikan kilat. Semua full resep tradisi Bugis-Makassar.
“Yang bikin nagih itu rasa kuahnya. Tidak terlalu berat, tapi gurihnya pas,” ucap Abdi, wisatawan asal Tebuireng.
Jangan bayangkan restoran modern ketika datang ke Pallu Basa Serigala. Tempat ini justru mempertahankan konsep warung makan sederhana dengan meja kayu panjang dan dinding penuh foto serta testimoni pengunjung. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat tempat ini terasa hangat dan otentik.
Di sore itu, suasana semakin nikmat. Pegawai dengan celemek sederhana mondar-mandir melayani pesanan dengan cekatan. Suara sendok yang beradu dengan mangkuk, aroma kuah panas yang mengepul, dan percakapan antar pengunjung berpadu menjadi symphony kuliner khas Makassar.
“Pertama kali ke sini. Saya tadi dari Masjid Kubah 99. Begitu makan, Enak parah!,” ujar Acil, yang datang karena rekomendasi media sosial.
Harga Bersahabat di Kantong Traveler
Harga makanan di Pallu Basa Serigala tergolong ramah di kantong. Bahkan cukup banyak wisatawan yang bilang: value for money!
| Menu | Harga |
|---|---|
| Pallu Basa Daging | Rp 30.000–32.000 |
| Pallu Basa Campur | Rp 33.000–35.000 |
| Pallu Basa Special (telur) | Rp 38.000–40.000 |
| Tambah Telur | Rp 6.000 |
| Nasi Putih | Rp 5.000 |
| Es Teh / Teh Hangat | Rp 5.000 |
| Jeruk Nipis Hangat | Rp 8.000 |
Lokasi dan Jam Operasional
Salah satu pegawai Pallu Basa Serigala, Iqbal mengatakan, tempat makan ini tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan, dari pagi sudah ada pelanggan yang rela menunggu.
“Meja paling cuma kosong empat. Kalau bukanya mulai 08.00 pagi sampai 12 malam. Tapi dari jam tujuh itu udah ada yang nunggu,” ujar Iqbal.

Alamat
Jl. Serigala No. 54, Kelurahan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan.
(±14 menit dari Masjid Kubah 99/Pantai Losari)
Jam Buka
Setiap hari pukul 08.00 – 12.00 WITA
Akses Mudah
Lokasinya tidak jauh dari area wisata lain seperti Pantai Losari dan Masjid 99 Kubah.
