Sejarah Serba Serbi

Legenda Jin Baik dari Pulau Bawean, Bantu Nelayan Cari Ikan

BOYANESIA — Pernah dengar kisah jin yang bantu nelayan cari ikan? Cerita ini bukan fiksi baru, tapi legenda lama dari Pulau Bawean yang sempat ditulis langsung oleh antropolog Belanda, Jacob Vredenbregt, dalam bukunya Bawean dan Islam.

Menurut Jacob, dulu di sebuah desa nelayan (yang ia rahasiakan namanya dengan inisial TD), ada seorang pria berinisial M yang punya “partner spiritual” bernama Zainal Arifin — bukan manusia, tapi jin yang katanya suka menolong para nelayan.

Zainal Arifin ini bukan jin sembarangan. Di kalangan warga, namanya dikenal baik karena sering bantu menunjukkan lokasi ikan, bahkan ngasih tahu alasan kenapa hasil tangkapan mereka lagi seret. Bayangin aja, semacam “Google Maps laut” versi spiritual zaman dulu.

Menariknya, M nggak pasang tarif tetap buat jasanya. Tapi kalau ada orang yang kasih imbalan terlalu sedikit, jin-nya bisa tersinggung. Katanya, hubungan M dengan Zainal Arifin tuh udah kayak sahabat, jadi kalau si jin kecewa, bantuannya juga bakal setengah hati.

“Kalau orang memberi terlalu sedikit, maka jin akan merasa terhina demikian pula yang memeliharanya, dan karena hubungan antara M dengan jinnya sangat akrab, maka jin akan kurang membantu orang tersebut,” kata Kiai B dari desa ST saat diwawancara Jacob.

Salah satu kisah yang direkam Jacob terjadi ketika seorang juragan ikan berinisial S gagal dua malam berturut-turut menangkap ikan. Karena frustrasi, dia datang ke rumah M buat minta bantuan jin Zainal Arifin.

M pun melakukan ritual kecil — mengunyah daun sirih, menutup mata, dan tiba-tiba suaranya berubah jadi berat. Dari situlah “Zainal Arifin” berbicara.

“Assalamualaikum. Saya Zainal Arifin. Ada keperluan apa?”

“Jin, saya memerlukan pertolongan. Sudah dua malam saya mencari ikan layang, tetapi sia-sia saja,” jawab si juragan.

“Saya akan mencari sebabnya,” kata jin itu dengan logat khas Bawean.

Beberapa menit kemudian, Zainal Arifin memberi “diagnosa” mengejutkan: ada orang tak dikenal yang melempar kayu nisan ke perahu si juragan, bikin ikan-ikan kabur! Ia pun memberi saran: bersihkan buritan kapal dan coba mancing ke arah utara Pulau Gili.

Juragan S pun mengikuti nasihat itu. Hasilnya? Katanya, tangkapan ikannya hari itu luar biasa banyak.

Kisah jin Zainal Arifin ini memperlihatkan bagaimana kepercayaan masyarakat Bawean dulu menyatu antara dunia spiritual dan kehidupan sehari-hari. Di tengah laut yang luas dan penuh misteri, doa dan “bantuan tak kasat mata” jadi bentuk ikhtiar tambahan para nelayan mencari rezeki.

Meski zaman sekarang nelayan sudah pakai GPS dan sonar canggih, cerita-cerita seperti ini tetap hidup di ingatan warga Bawean — jadi bagian dari sejarah unik tentang bagaimana manusia, alam, dan dunia gaib pernah berjalan berdampingan di masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *