GRESIK — Ikan lele merupakan jenis ikan tawar yang diminati masyarakat. Selain mengandung nutrisi yang baik untuk dikonsumsi, juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, sebelum memulai bisnis budidaya ikan lele ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Seorang jurnalis yang sukses membangun bisnis budidaya lele di Gresik, Syaifuddin Anam mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya lele, yaitu memiliki dana yang cukup untuk lokasi, bibit, dan juga pakannya.
Selain itu, menurut dia, harus memperhatikan juga dampak di sekitar lingkungan budidaya lele. Karena, limbah budidaya lele menyebabkan bau tidak enak dan menambah sarang nyamuk.
Setelah memperhatikan hal itu, ada tahapan yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha budidaya lele. Pertama, mempersiapkan kolam. Untuk membuat kolam lele bisa menggunakan terpal dengan luas tiga meter berukuran bundar, serta memperhatikan juga kedalaman air kolam, sehingga saat siang hari lele tidak terlalu kepanasan.
Suhu air yang disarankan untuk budidaya ikan lele adalah 20 hingga 28 derajat celcius dan sebelum bibit ditabur sebaiknya air dalam kolam diberi antibiotik terlebih dahulu agar bibit tidak cepat mati.
“Sebelum melakukan penebaran benih lele lebih baik dipersiapkan dengan baik kolam yang akan dibuat tumbuh kembang ikan lele yaitu memberi antibiotik sebelum penebaran,” ujar Anam saat diwawancara di Desa Watu Agung Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik, Selasa (1/2).
Kemudian, menurut Anam, pemilihan bibit unggul juga wajib diperhatikan agar bisa mendapatkan ikan lele yang baik. Cara mengenali bibit lele yang unggul cukup mudah, bibit lele jantan memiliki perut yang ramping dengan tulang kepala pipih, warnanya cenderung lebih gelap dan gesit dalam bergerak. Sedangkan bibit betina mempunyai ciri perut yang lebih besar dan ukuran kepalanya cembung dan agak lamban bergerak.
Dalam pemilihan bibit unggul ukuran ikan harus diperhatikan antara lain bibit yang unggul dengan ukuran ideal yaitu lima sampai tujuh sentimeter dan pastikan bibit tidak ada cacat sedikitpun. Bila sudah mendapatkan bibit ikan lele yang unggul, maka selanjutnya menebar benih lele ke dalam kolam terpal bundar berukuran tiga meter yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Dikarenakan benih ikan lele sangat sensitif, maka proses penyebaran tidak boleh sembarangan harus diperhatikan keadaan lele dan kolam baru. Lebih dari itu, jika bibit lele sudah bisa beradaptasi maka hal yang harus dilakukan selanjutnya ialah pemberian suplemen.
“Fungsi dari pemberian suplemen ikan lele tersebut ialah untuk membantu proses pembentukan sistem kekebalan tubuh lele,” jelas Anam.
Dalam pengelolaannya, air kolam lele harus diganti apabila sudah ada gelembung-gelembung dan berbusa. Usahakan mengganti air dalam kolam dilakukan pagi atau sore hari, sehingga tidak terlalu panas dan berdampak pada kesehatan lele.
“Mengganti air sebaiknya di waktu sesesudah panen dan di saat sudah berbusa,” ucap Anam.
Dia menambahkan, secara umum ikan lele dapat dipanen sekitar dua sampai tiga bulan dari penebaran bibit. “Sekali panen sekitar satu kwintal (100 Kilogram), Sari Kilo ikan lele bisa berisi tujuh sampai delapan ekor dengan ukuran lima sampai tujuh sentimeter dengan harga Rp 16 ribu kalo kita menjualnya di tengkulak,” jelas Anam.
Pewarta: M Faiz
