News

Milenial Apresiasi Erick Thohir Jaga Warisan Soekarno

Menteri BUMN, Erick Thohir
Menteri BUMN, Erick Thohir

JAKARTA — Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berkomitmen melestarikan dan menjaga relief patung yang tersembunyi di gedung Sarinah, yang merupakan warisan dari Presiden Soekarno. Erick meminta karya seni ini diperbaiki karena akan menjadi ikon baru Sarinah.

Seperti diketahui, relief patung ini dibuat sekitar 1963 dan diprakarsai oleh Presiden Soekarno. Pembuatan relief ini bersamaan dengan gambar serupa yang ada di Hotel Indonesia dan Hotel Samudera Beach.

Merespons hal itu, Koordinator Penggerak Millenial Indonesia (PMI), Adhia Muzakki memberikan apresiasi kepada Menteri BUMN yang telah berupaya menjaga warisan Bung Karno tersebut. Menurut dia, apa yang dilakukan Erick merupakan sebuah penghormatan dan komitmen dalam merawat sejarah dan budaya bangsa.

“Kita angkat topi atas apa yang dilakukan pak Erick dalam menjaga dan melestarikan sejarah dan budaya bangsa Indonesia,” ujar Adhia kepada wartawan, pada Sabtu (5/2).

Dia menjelaskan, Sarinah merupakan pusat aktivitas masyarakat Ibu Kota. Sarinah, kata Adhia, juga merupakan lokasi penting dan strategis dalam mengenalkan budaya serta tradisi yang sudah lama mulai dilupakan.

“Tempatnya strategis, pesannya akan sampai ke masyarakat,” ucap dia.

Selain lokasinya strategis, menurut dia, Sarinah juga memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sejarah itulah yang membuat Sarinah selalu dikenang oleh masyarakat luas.

“Langkah Pak Erick sudah tepat. Selain menjadi pusat perbelanjaan, Sarinah juga harus menjadi pusat budaya dan tradisi yang harus dilestarikan untuk diingat oleh anak cucu kita,” kata Adhia.

Adhia berharap, upaya Erick Thohir dalam melestarikan warisan Soekarno itu bisa dijaga dan dirawat oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya anak muda yang sudah mulai melupakan sejarah bangsanya sendiri.

“Ini harus kita jaga dan lestarikan bersama. Khususnya anak muda yang mulai jauh dari sejarah bangsanya sendiri,” jelas Adhia.