
GRESIK — Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah mengajak para perias pengantin yang tergabung dalam organisasi Himpunan Ahli Rias Pengantin (HARPI) untuk tetap melestarikan budaya dan adat istiadat. Menurut dia, masing masing daerah mempunyai ciri budaya dan adat istiadat dalam cara tata rias pengantin, sehingga hal itu harus tetap dipertahankan.
"Berharap keberadaan organisasi HARPI Melati di Jawa Timur dapat menjaga dan melestarikan budaya maupun adat istiadat yang ada di tiap-tiap daerah yang ada di Indonesia,” ujar Aminatun dikutip dari situs resmi Pemkab Gresik, Jum'at (11/02/22).
Dia menjelaskan, saat ini tata rias pengantin telah berkembang dan banyak mengalami perubahan. Akibatnya, nilai-nilai budaya terdahulu yang identik dengan busana adat, mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
"Ini merupakan tantangan bagi DPC HARPI Melati di mana setiap kali diundang dalam acara pernikahan selalu bisa memberikan tata rias yang terbaik sesuai apa yang menjadi keinginan pihak pengantin maupun keluarga," ucap dia dalam pertemuan rutin Dewan Pengurus Cabang (DPC) HARPI se Jawa Timur di Pendopo Pemerintah Kabupaten Gresik.
Aminatun yakin kedepannya HARPI akan menjadi organisasi yang berkembang dan maju, sehingga dapat membuka peluang kerja bagi generasi muda dan tetap menjadikan budaya di rumah sendiri.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik akan selalu mensupport memotivasi dan mendukung penuh organisasi ini agar tidak hanya dikenal tingkat nasional namun bisa go internasional," kata Aminatun.
Di akhir sambutannya, Aminatun juga mengajak kepada seluruh DPC HARPI untuk tetap melaksanakan disiplin protokol kesehatan dan menyukseskan program vaksinasi pemerintah guna memutus mata rantai Covid-19, sehingga masyarakat dapat melakukan aktifitas kembali secara normal.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani, Ketua DPD HARPI Melati Jawa Timur, Endah Rusman, dan Ketua Paguyuban DPC HARPI Se Jawa Timur, Munif.
Endah Rusman menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua bulan sekali yang bertujuan untuk saling belajar dan bertukar ilmu. "Semoga kami dapat tetap konsisten dalam memelihara dan melestarikan adat istiadat ataupun budaya pengantin yang ada di Indonesia," ujar Endah.
Sementara itu, Ketua Paguyuban DPC HARPI se Jawa Timur, Munif berharap, pertukaran ilmu antar ahli rias ini bisa membuat organisasi HARPI terkenal ke seluruh dunia. "Berharap dengan bertukar ilmu ini DPC HARPI Melati se Jawa Timur ini bisa terkenal di nasional bahkan internasional seperti harapan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan tetap melestarikan kebudayaan dan adat istiadat yang ada," kata dia.
Juru Tulis: Muhyiddin Yamin
