News

UBJ Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar

 

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya bersama dengan Komunitas Guru Penggerak Kota Cimahi (KGPKC) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat

JAKARTA — Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) bersama dengan Komunitas Guru Penggerak Kota Cimahi (KGPKC) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) beberapa waktu lalu menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.

Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema DTRPM – Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini berjudul “Asistensi Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Microlearning sebagai Sarana Peningkatan Kemampuan Pedagogis Guru, Literasi Membaca, dan Numerasi Siswa Sekolah Dasar.”

Program ini diketuai oleh Dian Anggraeni Maharbid dengan dukungan tim dosen dan mahasiswa dari UBJ dan UPI Kampus Sumedang, termasuk Faridatul’Ala, Riana Irawati, Fenty Nur Aisyah, dan Mahda Syifa. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid pada 12-15 Agustus 2024 dengan melibatkan dua sesi tatap muka, baik daring maupun luring.

Sesi tatap muka pertama dilakukan secara daring pada 12 Agustus 2024. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan UBJ, Sani Aryanto. Turut hadir dalam sesi ini Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Juli Suprijadi, Ketua K3S Kota Cimahi Asep Dedi Sudiyana, dan Ketua KGPKC Kamaludin Gumilar.

Pada sesi ini, peserta dibekali dengan penguatan pemahaman kemampuan pedagogis oleh Yusuf Tri Herlambang, serta pemahaman kompetensi literasi dan numerasi oleh Riana Irawati.

Setelah sesi daring, peserta diberikan tugas mandiri untuk membuat rancangan bahan ajar berbasis microlearning. Tugas ini bertujuan untuk mempraktikkan konsep-konsep yang telah dipelajari dan mengaplikasikannya dalam konteks pembelajaran di kelas. Tugas mandiri ini menjadi bagian penting dari proses pelatihan, di mana peserta didorong untuk menghasilkan bahan ajar yang inovatif dan efektif.

Sesi tatap muka kedua dilaksanakan secara luring pada 15 Agustus 2024 di SDN Cibeureum Mandiri 01, Kota Cimahi. Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Juli Suprijadi.Turut hadir Kasi Pembinaan GTK SD Budiana, Ketua KGPKC Kamaludin Gumilar, serta Tim PKM dan 50 peserta guru penggerak dari Kota Cimahi.

Pada sesi ini, peserta mendapatkan materi lebih mendalam terkait pengembangan bahan ajar berbasis microlearning yang disampaikan oleh Cucun Sutinah. Materi ini dirancang untuk memberikan panduan teknis dan praktis dalam pembuatan bahan ajar yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga guru dapat lebih efektif dalam menyampaikan materi kepada siswa.

Selain itu, Tim PKM juga memberikan asistensi langsung kepada peserta dalam proses pembuatan bahan ajar, memastikan bahwa setiap guru memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahan ajar yang berkualitas.

Dian Anggraeni mengatakan, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar.

“Dengan penggunaan bahan ajar berbasis microlearning, guru dapat lebih mudah menyampaikan materi secara terstruktur dan interaktif, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran,” ujar Dian dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/9/2024).

Peningkatan literasi membaca dan numerasi juga menjadi fokus utama, mengingat pentingnya kedua aspek ini dalam menunjang keberhasilan siswa di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Selain itu, kolaborasi antara UBJ, KGPKC, dan UPI dalam kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, komunitas guru, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Keterlibatan berbagai pihak dalam program ini juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan memerlukan kerjasama yang solid dari berbagai elemen masyarakat.

Kerjasama dalam program pengabdian masyarakat ini merupakan langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari Kemendikbudristek melalui DTRPM, program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi awal dari berbagai program lain yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

“Semoga hasil dari program ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Dian Anggraeni.