News

Amira dari Bawean ke Panggung Dunia: Kisah Siswi SD yang Masuk Peringkat 5 Kejuaraan Sepatu Roda Dunia

BOYANESIA — Dalam usia belia, Amira Rasyida Azzahra sudah menjejakkan namanya di panggung dunia. Siswi SD Muhammadiyah Gresik itu tampil gemilang dalam ajang Inline Freestyle World Championships 2025 di Singapura, dan berhasil menempati peringkat lima dunia.

Prestasi tersebut bukan hanya membanggakan keluarga dan sekolahnya, tetapi juga masyarakat Gresik dan para perantau asal Pulau Bawean, tanah leluhur yang mengalir dalam darah Amira.

Di ajang yang berlangsung pada 1-4 Desember itu, sebanyak 370 atlet dari 32 negara berkumpul untuk mempertontonkan rangkaian aksi terbaik dalam disiplin inline freestyle—olahraga penuh adrenalin yang beberapa tahun terakhir berkembang pesat dan menjadi magnet komunitas global. Di antara ratusan atlet bertalenta dunia, Amira tampil berani, tenang, dan memukau.

Ketua Umum Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Gresik, Dwi Rahmawati Premadini menyebut pencapaian Amira merupakan buah dari proses panjang.

“Melalui proses seleksi ketat, serta berbagai prestasi yang diraih oleh Amira mengantarkannya ke kejuaraan dunia,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Amira tampil penuh percaya diri dalam setiap nomor yang diikuti. Gerakan luwes, teknik terukur, dan keberanian melakukan manuver-manuver sulit menjadikan sorot kamera tertuju padanya. Banyak penonton dan ofisial tak menyangka bahwa atlet dengan performa sekuat itu masih duduk di bangku sekolah dasar.

Bakat dan ketekunan Amira mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Ia adalah putri dari pasangan Bachtiar Citra Wardana dan Ferda Prima. Dari garis ayah dan ibunya, Amira membawa kebanggaan Pulau Bawean yang dikenal sebagai tanah para perantau tangguh dan pekerja keras.

Kakeknya adalah almarhum H Imam Subakti asal Sawah Luar, dan neneknya, Nyimas Faridatun Nufus dari Temuran Sidogedung Batu. Meski dari pulau terpencil, Amira selalu mendapatkan pesan agar selalu membawa manfaat ke mana pun melangkah. Dan hari ini, pesan itu seakan menjelma nyata saat Amira mengibarkan nama Indonesia di pentas dunia.

Pencapaian Amira menambah catatan prestasi olahraga Gresik yang dalam beberapa tahun terakhir semakin menggeliat. Keberhasilan Amira harus menjadi inspirasi bagi pembinaan atlet usia dini.

Bagi Amira, perjalanan ini baru permulaan. Meski masih belia, ia sudah menunjukkan etos juang yang matang. Selepas berlaga di Singapura, ia bertekad terus berlatih untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Keberhasilan Amira Rasyida Azzahra menjadi peringkat lima dunia bukan hanya bicara tentang teknik dan keberanian. Ini juga kisah tentang akar budaya Bawean yang dikenal gigih, tentang dukungan keluarga yang tak pernah padam, serta tentang seorang siswi SD yang membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih sejak usia kecil.

Ketika banyak anak seusianya menghabiskan waktu bermain, Amira justru mencatatkan sejarah. Dari lintasan sepatu roda di Singapura, namanya melesat menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia: bahwa dunia bisa digapai, asal mau melangkah—bahkan dengan roda kecil di kedua kaki.

Dan dari Bawean ke Singapura, langkah awal itu sudah membuat Indonesia bangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *