News

Harlah ke-99 NU, PCNU Gresik Luncurkan Batik Damar NU

PCNU Gresik meluncurkan Batik Damar NU dalam acara puncak peringatan Harlah ke-99 NU di Gresik, Jumat (18/2/2022) malam . (Foto: M Faiz)
PCNU Gresik meluncurkan Batik Damar NU dalam acara puncak peringatan Harlah ke-99 NU di Gresik, Jumat (18/2/2022) malam . (Foto: M Faiz)

GRESIK — Dalam acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama yang ke-99, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gresik meluncurkan Batik Damar NU di Mushalla Kantor PCNU Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kebomas, Gresik, Jumat (18/2/2022) malam.

Ketua PCNU Gresik, KH Mulyadi mengatakan, setelelah diluncurkan, Batik Damar NU akan disosialisasikan kepada MWC NU beserta Banom-banom NU se Kabupaten Gresik.

"Kami ucapkan terima kasih kepada angkatan kawula muda NU atas ide kreatif Batik Damar NU. Insya Allah, besok tanggal 27 (Februari 2022), baju ini akan kita pakai bersama-sama (Pelantikan PCNU Gresik)," ujar Kiai Mulyadi.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti ini juga menyinggung petunjuk dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf tentang menyongsong bonus demografi. Dia berharap, generasi muda NU berada di baris terdepan untuk memajukan NU Gresik.

"Kami berharap kawula muda yang berada di lembaga mampu menjadi barisan terdepan dalam memajukan kiprah NU di Kabupaten Gresik," ucap dia.

Perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU Jatim), Muhammad Makruf mengapresiasi diperkenalkannya Batik Damar NU. Ia bahkan berharap Batik Damar NU bisa dipatenkan menjadi salah satu produk khas di Kabupaten Gresik.

Batik Damar yang diluncurkan NU ini berwarna hijau terang dipadu guratan warna kuning dan sedikit warna merah tua tampil begitu menawan.Gurat penuh makna tampil dalam Batik Damar NU antara lain gambar Tunas Bunga Siwalan sebagai simbol semangat anak muda, Pohon Siwalan atau dalam bahasa arab disebut Ta'al yang berarti ajakan.

Kemudian, Damar Kurung sebagai lampu hiasan khas Gresik hasil karya keluarga Masmundari. Tiga guratan Damarkurung dalam batik tersebut menyimpan pesan Iman, Islam dan Ihsan, atau juga Amaliah, Fikrah dan Harakah.

Motif terakhir dalam Batik Damar NU adalah gambar sembilan ekor bandeng. Bandeng adalah komoditas masyarakat gresik. Tradisi di Gresik menjelang malam 29 Ramadan, atau yang masyhur disebut Pasar Bandeng. Sedangkan jumlah yang 9 dinisbahkan dengan Walisongo.

Dalam acara itu, Rais Syuriah PCNU Gresik, KH Mahfudz Ma'shum memberikan wejangan agar jajaran Pengurus NU Gresik tidak jumawa karena merasa besar, serta diminta tetap kompak dalam menjaga perjuangan NU.

Dia mengatakan, Harlah ke-99 NU dapat dijadikan sebagai titik balik untuk menghayati jasa serta perjuangan ulama NU. Dia pun mengajak para pengurus NU untuk terus menguatkan pemahaman terkait Aswaja An-Nadhliyah.

"Kelompok yang besar yang tidak teratur, tidak tertib, dan kurang disiplin akan mudah dikalahkan oleh sekelompok kecil yang solid," kata Kiai Mahfudz.

Pewarta: M Fazi

Editor: Muhyiddin Yamin